Sabtu, 28 Januari 2012

Kunci sukses bermain sepak bola

Menjadi pemain sepak bola yang baik, diperlukan beberapa faktor pendukung seperti halnya faktor genetik, kedisiplinan, latihan, dan faktor keberuntungan. Dalam setiap pribadi, beberapa faktor tersebut selalu ada. Jika kita bisa mengelolanya dengan baik maka kita akan menjadi seorang pemain yang baik.

A. Faktor Genetika
Kemampuan fisik dan postur tubuh setiap orang berbeda-beda. Hal ini disebabkan oleh secara genetika dari orang tuanya. Perbedaan tersebut dalam dunia sepak bola sangat mempengaruhinya. Apabila seorang pemain berpostur tubuh kecil maka ia akan mudah untuk lawan mainnya, ia juga akan mengalami kesulitan dalam menjangkau bola-bola atas. Selain itu, kecepatan dalam berlari pun tidak menutup kemungkinan lambat jika dibandingkan dengan pemain yang berpostur tubuh tinggi. Begitu juga sebaliknya, pemain sepak bola yang memiliki ukuran tubuh terlalu besar akan memiliki kesulitan dan hambatan tersendiri dalam bermain sepak bola. Berbeda dengan pemain sepak bola yang memiliki tubuh ideal. Namun meski demikian, baik berpostur besar ataupun kecil, jika kita tetap mau berlatih maka segala kekurangan akan tertutupi. Banyak pemain kelas dunia yang berpostur pendek. Diantarnya: Lionel Messi penyerang terbaik Argentina yang bermain untuk klub Spanyol (Barcelona), begitu juga dengan Carlos Tevez (Manchester City), Wayne Rooney (Manchester United), Robinho (AC Milan), dan masih banyak lagi pemain yang berkualitas tinggi dan berpostur tubuh pendek.
Beetle Tiger juga punya penyerang mungil, yaitu Daryani

B. Kedisiplinan
Kedisiplinan merupakan faktor terpenting untuk kemampuan seorang yang tinggi didalam berlatih dan menerapkan latihan/ajaran yang diberikan, tidak mungkin seorang pemain bisa mencapai potensinya. akan tetapi, entah dari tahun berapa, pemain Beetle Tiger tidak disiplin, baik di dalam lapangan maupun diluar lapangan.

C. Faktor Latihan
Dibalik suatu kemenangan dalam permainan sepak bola tentunya tidak terlepas dari seorang pelatih. Kehadiran seorang pelatih pada suatu klub merupakan urat nadi permainan. Tanpa pelatih, suatu klub sepakbola akan kecil kemungkinan untuk berhasil dan meraih prestasi.
mendatangkan pelatih tentunya membutuhkan dana yang tidak sedikit, Beetle tiger Fc merupakan klub amatir di tengah-tengah perkampungan. jadi tidak mampu untuk mendatangkan seorang pelatih, tp semoga saja suatu saat nanti kami bisa memanggil salah satu pelatih sepak bola terbaik yang ada di Indonesia. Rahmad darmawan atau Bendol.

D. Faktor keberuntungan
Faktor keberuntungan setidaknya memberikan pengaruh besar terhadap keberhasilan seseorang. Tidak jarang banyak orang-orang yang memiliki kemampuan dalam bermain sepakbola, namun mereka tidak berada di jajaran level tinggi. Hal ini disebabkan karena mereka tidak memiliki koneksi dengan para petinggi sepak bola. Hingga pada akhirnya para pemain tersebut gagal untuk meraih kesuksesan yang mereka dambakan. Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh para pelatih untuk mengantar anak didiknya sukses, antara lain sebagai berikut:
1.Setiap pemain menanamkan untuk berlaku disiplin dalam segala hal.
2.Setiap pemain memahami mengenai pola hidup sehat. Mulai dari makan, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup.
3. menghargai antar pemain


Pengurus Beetle Tiger Fc
dikutip : http://my.opera.com/erikriana/blog/2011/01/02/kunci-sukses-bermain-sepakbola

Jumat, 27 Januari 2012

Kenakalan Remaja

  A. Pengertian Kenakalan Remaja
      Definisi kenakalan remaja menurut para ahli Kartono, ilmuwan sosiologi “Kenakalan Remaja     atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang”.· Santrock “Kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal.”
B. Gejala-gejala Kenakalan remaja
Adapula Gejala-gejala yang dapat dilihat pada anak yang mengalami kenakalan remaja adalah :
1. Anak tidak disukai teman-temannyasehingga bersikap menyendiri.
2. Anak sering menghindar dari tanggungjawab mereka di rumah dan di sekolah.
3. Anak sering mengeluh kalau mereka memiliki permasalahan yang mereka sendiri tidak bisa selesaikan.
4. Anak mengalami phobia atau gelisah yang berbeda dengan orang-orang normal.
5. Anak jadi suka berbohong.
6. Anak suka menyakiti teman-temannya.
7. Anak tidak sanggup memusatkan perhatian.
C. Ciri-ciri Kenakalan Remaja
Dalam hal ini terdapat beberapa macam ciri-ciri tentang kenakalan remaja adalah sebagai berikut :
1. pemarah, apabila menghadapi suatu permasalahan dan masalah itu terasa tidak cocok maka seketika itu bisa langsung marah.
2. pemalas, biasanya kalau seseorang apabila sudah terjerumus kedalam hal yang negatif biasanya akan menjedi seorang yang pemalas dalam segala hal-hal yang bersifat baik.
3. tidak memiliki rasa belas kasih yang besar.
4. mudah putus asa atau tidak sabaran.
5. apabila dilihat dari segipakaiannya tidakpernah memakai pakaian yang rajin atau sering memakai pakaian yang tidak pantas untk dipakai, seperti laki-laki memakai pakaian perempuan atau sebaliknya.
6. potngan rambut atau keadaan tubuhnya tidak pernah diperhatikan.
7. tidak mengenal yang namanya dosa.
8. dan tidak pernah merasa takut terhadap siapapun.
9. dan lain-lain.
D. Sebab-sebab timbulnya kenakalan remaja
Perilaku ‘nakal’ remaja bisa disebabkan oleh faktor dari remaja itu sendiri (internal) maupun faktor dari luar (eksternal).
Faktor internal:
  1. Krisis identitas: Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan ramaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua.
  2. Kontrol diri yang lemah: Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku ‘nakal’. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.
Faktor eksternal:
  1. Keluarga dan Perceraian orangtua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja.
  2. Teman sebaya yang kurang baik
  3. Komunitas/lingkungan tempat tinggal yang kurang baik.
Menurut sosiolog Kartono, antara lain adalah gagalnya remaja melewati masa transisinya, dari anak kecil menjadi dewasa, dan juga karena lemahnya pertahanan diri terhadap pengaruh dunia luar yang kurang baik. Akibatnya, para orangtua mengeluhkan perilaku anak-anaknya yang tidak dapat diatur, bahkan terkadang bertindak melawan mereka. Konflik keluarga, mood swing, depresi, dan munculnya tindakan berisiko sangat umum terjadi pada masa remaja dibandingkan pada masa-masa lain di sepanjang rentang kehidupan.
Faktor-faktor penyebab munculnya kenakalan remaja, menurut Kumpfer dan Alvarado, Minggu (23/1/2011)
  1. Kurangnya sosialisasi dari orangtua ke anak mengenai nilai-nilai moral dan sosial.
  2. Contoh perilaku yang ditampilkan orangtua (modeling) di rumah terhadap perilaku dan nilai-nilai anti-sosial.
  3. Kurangnya pengawasan terhadap anak (baik aktivitas, pertemanan di sekolah ataupun di luar sekolah, dan lainnya).
  4. Kurangnya disiplin yang diterapkan orangtua pada anak.
  5. Rendahnya kualitas hubungan orangtua-anak.
  6. Tingginya konflik dan perilaku agresif yang terjadi dalam lingkungan keluarga.
  7. Kemiskinan dan kekerasan dalam lingkungan keluarga.
  8. Anak tinggal jauh dari orangtua dan tidak ada pengawasan dari figur otoritas lain.
  9. Perbedaan budaya tempat tinggal anak, misalnya pindah ke kota lain atau lingkungan baru.
  10. Adanya saudara kandung atau tiri yang menggunakan obat-obat terlarang atau melakukan kenakalan remaja.
Faktor lingkungan atau teman sebaya yang kurang baik juga ikut memicu timbulnya perilaku yang tidak baik pada diri remaja. Sekolah yang kurang menerapkan aturan yang ketat juga membuat remaja menjadi semakin rentan terkena efek pergaulan yang tidak baik.
“Guru yang kurang sensitif terhadap hal ini juga bisa membuat remaja menjadi semakin sulit diperbaiki perilakunya. Demikian juga dengan guru yang terlalu keras dalam menghadapi remaja yang bermasalah. Bisa jadi, bukannya ikut meredam kenakalan mereka, malah membuat kenakalan mereka semakin menjadi,” ujar Prof. Arif Rachman, pakar pendidikan dari UNJ.
Sementara M Faisal Magrie, konsultan psikologi remaja dari Asosiasi Berbagi, menyatakan beberapa hal yang dapat dilakukan orangtua untuk mencegah munculnya perilaku kenakalan pada anak remaja.
Menurut Faisal, mengasuh anak yang memasuki usia remaja dapat diandaikan seperti bermain layangan. “Apabila orangtua menarik talinya terlalu dekat, layangan itu tidak akan bisa terbang. Namun bila orangtua membiarkan talinya terlalu jauh, layangan tersebut akan putus karena angin yang kencang, atau hal lain seperti menyangkut di pohon,” kata Faisal.
Begitu juga dengan anak remaja, jika orangtua terlalu mengekang anak, yang terjadi adalah anak tidak mampu berkembang secara mandiri dan mereka akan berusaha untuk melepaskan dirinya dari kekangan orangtua. Ketika hal ini terjadi, lingkungan sosial, terutama teman sebaya, akan menjadi pelarian utama si anak.
Apabila ternyata lingkungan sosial tempat anak biasa berkumpul memiliki kecenderungan untuk melakukan kenakalan remaja, anak juga berpotensi besar untuk melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan kelompoknya.
Hal yang sama juga dapat terjadi apabila orangtua terlalu membebaskan anak. Perbedaannya adalah, anak yang dibebaskan tidak merasakan tekanan sebesar apa yang dirasakan oleh anak yang dikekang, sehingga dorongan untuk memberontak cenderung lebih kecil dibandingkan anak yang dikekang.


E. Bahaya yang akan timbul
1. Dampak kenakalan remaja akan berimbas pada remaja tersebut. Bila tidak segera ditangani, maka ia akan menjadi pribadi yang buruk
2. Remaja yang melakukan kenakalan-kenakalan tertentu, maka dia akan dikucilkan atau dihindari oleh banyak orang. Remaja tersebut akan dicap sebagai pengganggu dan manusia tidak berguna
3. Akibat dikucilkanya dia dari lingkungan sekitarnya, remaja tersebut bakan mengalami gangguan kejiwaan. Yang dimaksud dengan kejiwaan bukan orang gila, tetapi ia akan merasa terkucilkan dalam hal sosial, merasa sangat edih, bahkan akan membenci lingkungan sekitar.
4. Akibat kenakalan remaja, tidak sedikit orang tua yang menanggung malu. Hal ini angat merugikan dan biasanya remaja yang sudah terjebak dalam kenakalan remaja tidak akan menyadari tentang beban orang tua.
5. Masa depan yang suram dan tidak menentu bisa menunggu para remaja yang melakukan kenakalan. Bayangkan bila ada seseorang yang kemudian terpengaruh pergaulan bebas. Hampir bisa dikatakan dia tidak memiliki masa depan yang cerah. Hidupnya akan hancur perlahan.
6. Kriminalitas bisa menjadi salah satu akibat kenakalan remaja.remaja yang terjebak ke dalam hal-hal negatif bukan tidak mungkin akan memiliki keberanian untuk melakukan tindak kriminal.
Itulah beberapa akibat dari kenakalan remaja yang sudah semestinya harus dihindari. Peran orang tua, guru di sekolah, dan teman-teman berperan penting dalam pergaulan remaja.

F. Upaya yang dilakukan

Hal-hal yang bisa dilakukan/ cara mengatasi kenakalan remaja:

  1. Kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah atau diatasi dengan prinsip keteladanan. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini.
  2. Adanya motivasi dari keluarga, guru, teman sebaya untuk melakukan point pertama.
  3. Kemauan orangtua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif, dan nyaman bagi remaja.
  4. Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orangtua memberi arahan dengan siapa dan di komunitas mana remaja harus bergaul.
  5. Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan.
Referensi :

Selasa, 24 Januari 2012

Pengertian Bimbingan dan Konseling

Pengertian Bimbingan dan Konseling

1. Definisi Bimbingan

Dalam mendefinisikan istilah bimbingan, para ahli bidang bimbingan dan konseling memberikan pengertian yang berbeda-beda. Meskipun demikian, pengertian yang mereka sajikan memiliki satu kesamaan arti bahwa bimbingan merupakan suatu proses pemberian bantuan.

Menurut Abu Ahmadi (1991: 1), bahwa bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada individu (peserta didik) agar dengan potensi yang dimiliki mampu mengembangkan diri secara optimal dengan jalan memahami diri, memahami lingkungan, mengatasi hambatan guna menentukan rencana masa depan yang lebih baik. Hal senada juga dikemukakan oleh Prayitno dan Erman Amti (2004: 99), Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seseorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, atau orang dewasa; agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku.

Sementara Bimo Walgito (2004: 4-5), mendefinisikan bahwa bimbingan adalah bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan-kesulitan hidupnya, agar individu dapat mencapai kesejahteraan dalam kehidupannya. Chiskolm dalam McDaniel, dalam Prayitno dan Erman Amti (1994: 94), mengungkapkan bahwa bimbingan diadakan dalam rangka membantu setiap individu untuk lebih mengenali berbagai informasi tentang dirinya sendiri.

2. Definisi Konseling

Konseling adalah hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka antarab dua orang dalam mana konselor melalui hubungan itu dengan kemampuan-kemampuan khusus yang dimilikinya, menyediakan situasi belajar. Dalam hal ini konseli dibantu untuk memahami diri sendiri, keadaannya sekarang, dan kemungkinan keadaannya masa depan yang dapat ia ciptakan dengan menggunakan potensi yang dimilikinya, demi untuk kesejahteraan pribadi maupun masyarakat. Lebih lanjut konseli dapat belajar bagaimana memecahkan masalah-masalah dan menemukan kebutuhan-kebutuhan yang akan datang. (Tolbert, dalam Prayitno 2004 : 101).

Jones (Insano, 2004 : 11) menyebutkan bahwa konseling merupakan suatu hubungan profesional antara seorang konselor yang terlatih dengan klien. Hubungan ini biasanya bersifat individual atau seorang-seorang, meskipun kadang-kadang melibatkan lebih dari dua orang dan dirancang untuk membantu klien memahami dan memperjelas pandangan terhadap ruang lingkup hidupnya, sehingga dapat membuat pilihan yang bermakna bagi dirinya.

Pengertian Bimbingan dan Konseling

Dari semua pendapat di atas dapat dirumuskan dengan singkat bahwa Bimbingan dan Konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling (face to face) oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah (disebut konseli) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi konseli serta dapat memanfaatkan berbagai potensi yang dimiliki dan sarana yang ada, sehingga individu atau kelompok individu itu dapat memahami dirinya sendiri untuk mencapai perkembangan yang optimal, mandiri serta dapat merencanakan masa depan yang lebih baik untuk mencapai kesejahteraan hidup.

Sumber : http://belajarpsikologi.com/pengertian-bimbingan-dan-konseling/#ixzz1jV1AVAPW

Jumat, 02 Desember 2011

Apa sih Kesurupan itu ?

Fenomena trance atau kesurupan suatu peristiwa yang seringkali menarik perhatian. Di masyarakat umum fenomena ini sering dikaitkan dengan fenomena gaib. Orang yang mengalami kesurupan dikatakan telah dirasuki oleh makhluk metafisik yang tak kasat mata. Orang yang mengalami kesurupan itu bersikap seolah-olah dia adalah orang lain dan bersikap bukan dirinya sendiri. Bahkan perilaku mereka bisa secara tiba-tiba menjadi sangat agresif dan tak terkendali.
Jika ditinjau dari sudut pandang ilmu psikologi, fenomena kesurupan sebenarnya bisa dijelaskan secara gamblang dan jelas tanpa membawa embel-embel makhluk gaib. Dikaitkan dengan aspek psikologis manusia peristiwa kesurupan sudah memasuki kawah alam bawah sadar. Seorang tokoh psikologi, Carl Gustav Jung (1875-1961) mengatakan bahwa kepribadian manusia secara total terdiri dari tiga sistem atau struktur yang saling mempengaruhi satu sama lain. Sistem tersebut adalah ego, ketidaksadaran personal, dan ketidaksadaran kolektif. Ego atau disebut pikiran sadar adalah bagian dari jiwa yang menyangkut persepsi, berpikir, merasa, dan mengingat. Sistem ini adalah kewaspadaan kita dan bertanggung jawab dalam menjalani aktivitas kehidupan kita sehari-hari. Ketidaksadaran personal adalah pengalaman-pengalaman yang telah kita jalani dan digeser ke alam bawah sadar baik sengaja maupun tidak sengaja. Sedangkan ketidaksadaran kolektif adalah segala macam pengalaman-pengalaman yang telah
diwariskan oleh generasi sebelumnya sejak zaman nenek moyang dahulu. Jadi, pengalaman pengalaman nenek moyang sejak beribu tahun yang lalu tersebut diwariskan kepada diri kita melalui jalan genetik yaitu perkawinan, dan pengalaman tersebut tidak dapat kita ingat secara biasa karena berada dalam level ketidaksadaran yang terdalam.
Kunci dari fenomena kesurupan terletak pada level ketidaksadaran kolektif. Didalam ketidaksadaran kolektif tersimpan materi-materi dari nenek moyang kita terdahulu. Untuk mengingat kembali bahwa nenek moyang kita bangsa Indonesia ini terdahulu sangat kental sekali dengan unsur-unsur mistisme seperti kepercayaan animisme dan dinamisme.

ada juga menganggap bahwa kesuruapan muncul sebagai reaksi atas apa yang sedang di rasakan oleh individu sebelum proses kesurupan terjadi, seperti tertekan, kelelahan yang sangat atau frustasi. hal ini dapat di jelaskan ada distres ( stres yang berdampak negatif bagi penderitanya), yang berkembang bisa saja karena kecemasan penderita yang berlebihan. reaksi ini di istilahkan sebagai reaksi disosiasi. reaksi yang menyebabkan hilangnya kemampuan seseorang untuk menyadari realitas di sekitarnya karena adanya tekanan fisik maupun mental.

menurut mbah safiun ( ahli spiritual dari kramat tegal) kesurupan terjadi karena seseorang telah di masuki atau di pengaruhi oleh makhluk halus yang menyebabkan korban tidak sadar dengan apa yang dia perbuat, dan hanya orang yang mempunyai kemampuan khusus yang mengerti tentang ada atau tidaknya makhluk halus di dalam tubuh korban.

Rabu, 19 Oktober 2011

kalimosodo

Kalimosodo

papat kalima pancer merupakan sebuah wacana yang perlu terus kita gali dan kita renungkan plus bertukar fikiran dengan orang-orang tua kita yang sudah mumpuni baik dari ilmu tahid dan ilmu rasanya.
menurut petunjuknya papat kalima pancer itu pusatnya ada di PANCER (yaitu lubuk hati yang paling dalam) dan PAPAT-nya adalah unsur-unsur ilahi yang kita sendiri hak untuk mendapatkannya.
karena dengan menggunakan PAPAT itu kita bisa selalu ingat kepada Allah Subhanahu wata’ala sebagai penguasa alam semesta ini.
Papat yang pertama adalah nur-nya Allah (Nurullah=Cahaya dari Allah) bias dari asma-asma Allah dan sifat-sifat Allah, tanda dari PANCER-nya yaitu dalam segala sesuatu/ gerak gerik selalu BERSERAH DIRI kepada Allah dan pengakuan kita sebagai mahluknya merasa tiada daya secara ruhani dan tiada kekuatan secara jasmani kecuali hanya Allah yang memberikan gerah hidup dan kehidupan, dan berupaya untuk selalu meng-ibadahkan segala sesuatu untuk BERIBADAH kepada Allah memohon Ridho Allah, Rahmat Allah.
Papat yang kedua adalah NUR MUHAMMAD (cahaya syafa’at yang Allah cipta untuk Hambanya (Rasulullah) yang Allah mulyakan. setelah kita berserah diri kepada Allah lewat PANCER (lubuk hati yang paling dalam) ada sebuah kelembutan sebagai sebuah rahmat yang Allah berikan kepada mahluknya agar kita tunduk dan lemah lembut kepada Allah, selalu merasa sayang kepada apapun dan siapapun sebagaimana Rasulullah mempunyai perangai yang lembut dan berahlak mulia bagi semua mahluk.
PAPAT yang ketiga yaitu MALAIKAT sebagai kendaraan untuk membawa NURULLAH dan NUR MUHAMMAD tadi kedalam diri kita pada waktu kita berserah diri kepada Allah dan mengibadahkan segala sesuatu hanya untuk Allah dan fungsi malaikat ini untuk membantu memintakan permohonan ampun mendoakan kepada kita sebagai mahluk yang lemah, banyak berbuat dosa (karena manusia tempat salah dan lupa) dan nominal mereka tidak sedikit mendukung kita dalam beribadah kepada Allah.
PAPAT yang ke empat adalah KAROMAH yaitu berisi doa-doa dari para orang sholeh terdahulu (doa dari para Rasul-rasul, Nabi-nabi, dan para Auliya serta Sholihin yang telah mendahului kita) yang oleh allah diberikan kesempatan untuk membantu mendoakan segala hajat hidup kita dalam mengarungi kehidupan didunia sebagai bekal ibadah nanti kita setelah meninggal (akhirat).
Semoga Allah mengampuni kedua orang tua kita, keluarga kita, mengampuni kita, dan orang-orang yang mempunyai hak dan kewajiban atas kita yang seiman serta mengampuni sesepuh-sesepuh kita.
Semoga Allah memberikan Taufiq dan hidayah kepada kita dan mereka.
Semoga kita dan mereka semua dijadikan golongan dari hamba-hamba Allah yang sholeh.

Senin, 18 Juli 2011

hawa nafsu

Salah satu Faktor penyebab kehancuran generasi Islam adalah Memperturutkan Hawa Nafsu.
Nafsu sering diartikan sebagai dorongan yang menggerakan manusia untuk mencapai sesuatu, sementara sahwatnya berarti keinginan untuk memilikinya. Jelasnya nafsu sahwat adalah dorongan ytang menggerakan m,anusia untuk berusaaha mencapai sesuatu keinginan tertentu untuk di kuasai, yang biasanya cenderung bermakna negatif. Adapun yang menjadi objek nafsu syahwat ini adalah dunia dan seisinya. Dengan kata lain hawa nafsu akan selalu cenderung terhadaphijau ranaunya dunia yang di dalamnya terdiri dari wanita, keturunan, harta benda dan lain-lain.
“ dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan pada apa-apa yang diingini, yaitu wanita –wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternakdan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)” (QS. Ali Imran : 14 )
Semua manusia normal tentu memahami dan merasakan betapa besarnya peran nafsu syahwat dalam mempengaruhi gerak langkah setiap individu. Nafsu syahwat dapat pula berbarti hawa nafsu yang merupakan bagian jiwa yang tak terpisahkan dari manusia. Hawa nafsu memang di ciptakan untuk dipadukan dalam roh dalam satu badan. Hawa nafsu ada semenjak manusia ada dan akan terus ada sepanjang sejarah manusia di muka bumi ini ada.yang terpenting dan harus di waspadai bahwa hawa nafsu adalah sarana atau media yang paling mudah di hinggapi syetan.
“ berkata(syetan) ya Tuhanku, karena Engkau telah memutusku bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka (QS. Al-Hijr : 39-40 )
Sudah dapat dipastikan bila hawa nafsu di tunggangi setan lambat laun hawa nafsu itu menjadi panglima yang berkuasa mendorong seseorang untuk berbuat apa saja yang dikehendakinya.di sisi lain pikiran dan hati tertutup oleh pagar keinginan yang tak terkendali akibat hawa nafsu yang menguasai dirinya.
Budaya korupsi, kolusi Nepotisme akan menjadi berita harian. Mulai dari birokrasi tingkat tinggi hingga yang terendah hidup dari “uang semir”. Hukum pun tumpul tak mampu menjerat para pelakunya. Sebaliknya jika berhadapan dengan rakyat jelata pedang hukum begitu tajam. Akibatnya warna ketidak adilan mencolok mata.

Kamis, 07 Juli 2011

LAPORAN KONSELING INDIVIDUAL

LAPORAN KONSELING INDIVIDU A. IDENTITAS KONSELI Nama : Dewi (Bukan nama sebenarnya)  Umur : 15 tahun Alamat : Desa Sidaharja Kec. Suradadi Kab. Tegal Jenis Kelamin : Perempuan B. DESKRIPSI MASALAH Konseli adalah remaja perempuan yang sangat energic, dia sekolah di UPTD SMP Negeri 1 Suradadi kelas IV a. Di dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah, Konseli mengalami kesulitan belajar dalam hal pelajaran matematika. C. ANALISIS MASALAH Dari hasil wawancara antara konselor dengan klien maka konselor dapat menganalisis permasalahan yang dialami oleh klien adalah klien mengalami permasalahan kesulitan dalam pelajaran matematika dan waktu belajar yang efektif. D. RENCANA LAYANAN YANG AKAN DIBERIKAN Dari hasil wawancara antara konselor dengan konseli maka rencana layanan yang akan konselor berikan untuk membantu konseli mengentaskan permasalahan yang dialaminya adalahdengan Layanan Konseling Individual. E. PELAKSANAAN LAYANAN 1. Waku Pelaksanaan Layanan Hari : Senin Tanggal : 21 Juni 2010 Jam : 13.00 – 13.40 WIB Tempat : Ruang BK 2. Proses Layanan a. Tahap Penghantaran Dalam memulai hubungan awal antara konselor dengan klien, konselor berupaya menghantarkan klien untuk bisa memiliki rasa aman dan nyaman. dalam hubungan awal ini konselor dan klien mempunyai pemahaman dan persepsi yang sama dalam pencapaian tujuan pelaksanaan proses konseling antara konselor dengan klien dalam rangka nantinya konseli dapat mengentaskan masalah yang dihadapinya secara mandiri. b. Tahap Penjajagan Setelah berhasil pada tahap pengantaran ini dan terbinanya hubungan awal antara konselor dengan konseli dalam pelaksanaan konseling yang ditandai klien telah memiliki persepsi yang sama dengan konselor dalam melaksanakan konseling. Selanjutnya konselor menjelajahi permasalahan yang dialami klien. Dari penjajakan terhadap permasalahan yang dialami klien informasi yang diperoleh konselor adalah klien memiliki permasalahan dengan salah satu mata pelajaran di sekolahnya. permasalahannya adalah Dewi kurang suka dengan mata pelajaran matematika juga guru yang mengajar dengan ini Pak Muklis. Sehingga konseli kuang bisa mengerjakan tugas-tugas yang di berikan oleh guru matematika. hal ini membuat konseli tidak nyaman dan menjadi resah. Konseli belajar di rumah ketika konseli mau tidur, yaitu sekitar jam 10 malam. c. Tahap Penafsiran Dari hasil penjelajahan terhadap masalah yang dialami oleh klien maka konselor dapat menafsirkan bahwa : - Konseli mengalami masalah dalam belajar - Konseli tidak bisa belajar secara efektif d. Tahap Pembinaan Setelah berhasil dalam tahap penjajagan ini dan diperoleh informasi maka tahap selanjutnya dilaksanankan tahap pembinaan. Dalam tahap pembinaan ini usaha yang dilakukan konselor dalam membantu klien mengambil keputusan untuk mengentaskan permasalahan yang dialaminya adalah dengan memberikan informasi serta motivasi belajar kepada konseli untuk bisa mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru terutama pelajaran matematika. Kemudian membantu konseli untuk bisa membagi waktu untuk belajar, sehingga waktu belajar konseli lebih banyak. Dalam pengentasan permasalahan ini konselor juga memberikan pemahaman serta motivasi dalam belajar konseli, agar klien percaya diri dan yakin melaksanakan kegiatan belajar yang akan dilakukan untuk mengentaskan permasalahan yang dialaminya secara serius sehingga bisa mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh gurunya. e. Tahap Penilaian Dari proses konseling yang dilakukan maka dapat dilihat bahwa permasalahan yang dialami klien sudah mulai berkurang, dan tampaknya dinamika dalam diri klien sudah mulai hidup kembali yang ditandai dengan mimik wajah serta F. PENILAIAN HASIL LAYANAN Dari tahap-tahap konseling yang telah dilaksanakan maka untuk mencapai tujuan proses konseling maka perlu dilaksanakan penilaian untuk melihat bagaimana perkembangan klien dalam melaksanakan konseling maupun setelah melaksanakan proses konseling, adapun penilaian hasil dari konseling tersebut adalah: 1. Klien memperoleh pemahaman baru terkait tentang keadaan dirinya dan permasalahan yang dialaminya. 2. Klien merasa masalah yang dialaminya berkurang dan dinamika dalam diri klien kembali hidup ditandai dengan semangat dan senyuman serta mimik wajah klien 3. Klien mempunyai rencana dan komitmen kegiatan yang akan dilaksanakannya dalam mengentaskan masalah yang dihadapinya. G. TINDAK LANJUT Untuk mengetahui perkembangan layanan yang diberikan kepada klien diperlukannya tindak lanjut, untuk mengetahui perkembangan masalah klien dan menetapkan tindak lanjut yang akan diberikan apakah konseling akan dihentikan, dilanjutkan dengan layanan konseling yang lain ataupun di alih tangankan.

Kamis, 24 Juni 2010

UNDANG-UNDANG PORNOGRAFI

UNDANG-UNDANG PORNOGRAFI
PASAL 4 AYAT 1

Dilarang, menyimpan, membuat, atau mempublikasikan hal-hal yang bersifat pornografi

KAUM LELAKI ADALAH PEMIMPIN BAGI WANITA

KAUM LELAKI ADALAH PEMIMPIN BAGI WANITA


Setiap jiwa seorang suami yang paling dalam, ada suatu keinginan yang sangat kuat untuk mewujudkan kebahagiaan yang meliputi rumahnya dan ketentraman yang menyelimuti seluruh anggota keluarganya.
Namun ada sebagian perkara yang dapat mencabik-cabik kebahagiaan melenyapkan suka cita lalu menggantinya dengan penderitaan dan kesedihan. Diantara perkara tersebut adalah sikap seorang istri yang menganggap suami sebagai saingan dalam mengatur rumah tangganya.
Dan ia hanya memandang pendapatnya sendiri saja dan tidak memenuhi panggilan atau menaati perintah kecuali yang sesuai dengan selera dan hasratnya saja.
Istri yang seperti ini selalu menurut suaminya untuk memenuhi seleranya. Jika tidak dipenuhi maka ia akan cemberut dan bermuka masam di depan suaminyta. Ia juga menganut agar suaminya hafal kebiasaan, hobi dan kesukaan favoritnya agar tidak boleh dilalaikan
Seorang istri yang berfikir seperti ini mengantarkan bangunanya menuju kepada keretakan lalu merubah CINTA KASIH menjadi BENCI dan DENDAM
KETENANGAN dan KETENTRAMAN menjadi KERUSUHAN dan KERIBUTAN

Istri yang Shalihah paham tentang adanya celah sebagai pintu masuknya perselisihan rumah tangga lalu segera menutupnya. Ia juga paham tentang hal-hal yang dapat menyebabkan kemarahan suamiya lantas segera menghilangkanya.

“ Setiap orang Bani Adam adalah seorang sayyid (pemimpin), maka seorang lelaki ( suami ) adalah sayyid bagi keluarganya dan seorang wanita ( istri ) adalah pemimpin di rumahnya” ( Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami )

Wanita yang shalehah, adalah yang taat kepada Allah lagi ketika suaminya tidak ada dirumah, oleh karena Allah telah memelihara mereka.
Wanita yang kamu khawatirkan nusyusnya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu maka janganlah kamu mencari jalan untuk menyusahkannya

Dikutip : Al Akhwat edisi II

KONSELING KELOMPOK

KONSELING KELOMPOK

1. Posisi Konselor dalam setting sekolah di Indonesia
Didalam UU RI No 20 Thaun 2003 posisi profesi konselor semakin kokoh dan kepercayaan publik akan semakin kuat, sebab dalam Undang-Undang tersebut dinyatakan bahwa Konselor adalah sebagai salah satu tenaga kependidikan yang bertugas sebagai tenaga ahli yaitu profesi konseling sebagai profesi bantuan yang diabdikan bagi peningkatan harkat dan martabat kemanusiaan dengan cara memfasilitasi perkembangan individu atau kelompok individu sesuai dengan kekuatan, kemampuan potensian dan aktual, serta peluang-peluang yang dimilikinya, dan membantu mengatasi kelemahan dan hambatan yang dihadapi dalam perkembangan dirinya. Konseling sebagai komponen pendidikan mempunyai peranan yang besar dalam rangka memenuhi hak peserta didik untuk mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai denganbakat, minat dan kemampuannya ( Pasal 12 ayat b , UU RI No. 20 Tentang Sisidikna )
Pada tataran makro legalitas secara kelembagaan, keberadaan konselingdi dalam pendidikan dijamin oleh UU No 2 Tahun 1989 dan PP No 28, 29 tahun 1990 , dimana layanan konseling merupakan salah satu layanan yang harus ada dan ditempatkan sebagai salah satu layanan pendidikan di indonesia
Intervensi konseling dalam merealisasikan fungsi pendidikan akan terarah kepada upaya membantu individu. Dalam setting sekolah permasalahan yang dihadapi siswa perlu segera mendapatkan penanganan secara khusus oleh seorang konselor dalam tugas konselingnya. Sehingga diharapkan siswa dapat terpenuhi kebutuhan dalam pengembangan pribadi, pencegahan dan pengatasan masalah dalam kurun waktu yang relatip singkat dan bersamaan.




2. A ) Dinamika kelompok
adalah kekutan-kekuatan interaksi antar anggota kelompok atau atmosfer kelompok yang mendukung atau yang mempengaruhi kehidupan kelompok dalam mencapai tujuan kelompok.
Dinamika kelompok juga dapat diartikan prosedur-prosedur atau proses-proses kelompok yang memiliki aturan-aturan yang diberlakukan dalam kelompok untuk mempermudah kelompokdalam mengatur dan pemecahan masalah kelompok.
B ) Proses Kelompok
Merupaka gerakan yang berkesinambungan , dinamis dan terarah yang mengacu pada dua orang atu lebih yang bekerja sama atsa dasar kebutuhan dan masalah serta atas dasar tujuan tertentu.
Proses kelompok juga dapat diartikan sebagai tindakan dan interaksi yang digunakan oleh kelompok untuk menegembangkan dan mempertahankan identitasnya serta dampak-dampaknya terhadap anggota-anggotanya.
C) Bimbingan Kelompok
adalah kegiatan kelompok dimana pimpinan kelompok menyediakan informasi-informasi yang ebrsifat umum dan mengarahkan diskusi agar anggota kelompok menjadai lebih sosial atau membantu anggota kelompok untuk mencapai tujuan-tujuan bersama
Tujuan bimbingan kelompok adalah untuk memberikan informasi tentang sesuatu yang dibutuhkan anggota kelompok sehingga mempermudah pembuatan keputusan dan tingkah laku.
Pendekatan bimbingan kelompok bersifat prefentip dan developmen/ pengembangan
D) Konseling Kelompok
adalah suatu proses kelompok dimana terdapat hubungan antar pribadi dengan konselor atau pribadi dengan anggota kelompok yang lain yang bersifat dinamis dan terpusat pada pemikiran maupun perilaku yang sadar dan melibatkan fungsi-fungsi terapi seperti sifat permisif, saling pegertian, saling mendukung, saling membantu dan menerima dan saling pengertian.
Topik yang dibahas dalam konseling kelompok bersifat pribadi, oleh sebab itu azaz kerahasiaan dalam pelaksanaannya perlu ditekankan. Pendekatan yang ingin dicapai dalam konseling kelompok adalah bersifat pencegahan/prefentip, pengembangan/ development dan pemecahan masalah / kuratip.
E ) Kelompok Berstruktur
adalah kegiatan kelompok yang diarahkan pada pembahasan dan latihan keterampilan sosial tertentu yang dilakukan secra berstruktur dan didasarkan pada minat dan kebutuhan yang dirasakan bersama di antara anggota kelompok .
Kegiatan kelompok berstruktur dimaksudkan agar setiap anggota kelompok memiliki kesadaran atasa permasalahan hidup, sehingga setiapkelompok mampu melatih cara menanggulanginya.
F ) Training Group ( T. Group )
Adalah kegiatan kelompok latihan yang terpusat pada proses kelompok dan memberikan kesempatan untuk belajar tentang bagaomana belajar dan memusatkan perhatian kepada hal-hal yang terjadi pada saat ini.
Dalam training groupini kegiatan bertujuan untuk membantu individu agar mampu menerapkan apa yang telah didapatkan tentang dinamika kelompok dan hubungan pribadi di dalam kerangka suasana tempat mereka hidup dan bekerja.
G ) Kelompok pertemuan ( Encounter Group )
Adalah kegiatan kelompok yang memberikan suatu pengalaman kelompok yang mendalam yang dirancang unutk membantu orang-orang yang sehat dalam mengembangkan kontak yang lebih baik dengan dirinya sendiri dan dengan orang lain .
Penekanan kegiatan ini adalah memancing emosi dan menyatakan emosi secra utuh oleh sebab itu anggota disuruh / didorong untuk melakukan konfrontasi mengenai permasalahan yang muncul.
H ) Kelompok Sensitivitas
Adalah latihan pada kelompok kecil yang menekankan tingkah laku antar anggota dan inter anggota yang perhatian diberikan pada peran-peran dan proses kellompok.
Hasil yang diharapkan dalam proses kelompok ini meliputi klarifikasi nilai kehidupan, meningkatnya sensitivitas, penerimaan diri dan oranglain.
I ) Kelompok Marathon ( Marathon Group )
Kegiatan kelompok yang hanya terjadai dalam beberapa jam yang anggotanya megekspresikan dan mengekplorasi perasaan, pandangannya terhadap dirinya sendiri dan orang lain dalam bersosialisasi dan berinteraksi .
Tujuan kelompok marathon adalah terjadinya perubahan kepribadian di dalam memehami, mengerti, dan menerima keadaan dirinya.
J ) Kelompok membantu diri sendiri
Adalah bentuk kegiatan kelompok yang membantu diri sendiri dan dimaksudkan untuk melindungi diri sendiri / anggota kelompok dari tekanan-tekanan psikologis dan memberi dorongan kepada setiap anggotanya untuk mulai mengubah kehidupannya secara positip.
Sifat interaksi anatr anggota kelompok adalalah saling tukar pengalaman , saling belajar dengan anggota yang lain, memberikan saran, dorongan kepada anggota lain yang merasa putus asa dan tidak mempunyai harapan lagi dalam mengatasi permasalahan yang dihadapinya.
K ) Perkembangan Organisasi
Adalah kegiatan kelompok yang menekankan pada strategi-strategi tertentu yang difokuskan pada individu dan kelompok yang dirancang untuk membawa perubahan dalam organisasi dalam meningkatkan efektif dan efisiensi dalam mencapai tujuan organisasi.
Asumsi perkembangan organisasi ini adalah dengan adanya perubahan pada individu dan kelompok kearah positip maka akan terjadi pula perubahan kearah positip pada perkembangan organisasi
L ) Psikoterapi Kelompok
Adalah aplikasi prinsip-prinsip terapi yang dipimpin oleh psikiatris/ahli psikologi yang diarahkan kepada dua individu atau lebih secara bersamaan untuk mengklarifikasikan konflik psikologisnya sehinga mereka mampu hidup secara normal.
Ciri utama psikoterapi kelompok adalah adanya analisis yang mendalam , analisis yang berpusat pada ketidak sadaran , dengan gangguan jiwa atau problema emosi lain parah dan dilaksanakan dalam waktu yang relatip panjang.

PRIA LEBIH MENDERITA JIKA PUTUS CINTA

PRIA LEBIH MENDERITA JIKA PUTUS CINTA
Pihak mana sebenarnya yang paling menderita akibat putus cinta?
Prialah yang sebenarnya paling menderita, menurut David Zinczenko, kolumnis majalah Men’s Health. Ia menolak anggapan umum bahwa pria lebih tegar daripada wanita dalam menghadapi putusnya hubungan percintaan. Apa saja alasannya?
Pria Menyembunyikan Perasaannya. Ketika seorang pria diputuskan oleh pasangannya, biasanya ia akan sesumbar: Biar saja, life still goes on. Caranya? 26% pria yang mengisi survei online Men’s Health melakukannya dengan minum-minum bersama teman-temannya. 36% pria akan menatap mantan pacarnya, tersenyum, dan mengucapkan terimakasih. Faktanya, kedua hal tersebut dilakukan pria untuk menutup-nutupi perasaannya. Ini adalah reaksi yang alamiah; gender pria dikondisikan masyarakat untuk tidak gampang menunjukkan perasaan, apalagi perasaan yang membuatnya terlihat lebih lemah. Namun represi ini juga berakibat sulitnya menghilangkan perasaan terluka, marah, atau sedih dari dirinya. Sebaliknya, wanita yang putus cinta biasanya langsung menangis (atau mengekspresikan emosinya) saat itu juga, dan wanita juga cenderung lebih to-the-point ketika mengakhiri hubungan cinta. Akhirnya mereka akan lebih cepat menghilangkan perasaan-perasaan negatif itu dibandingkan pria.
Pria Punya Lebih Sedikit Teman Curhat. Salah satu alasan mengapa wanita lebih cepat pulih dari penderitaan pasca putus cinta daripada pria adalah karena wanita memiliki lebih banyak teman yang bisa diandalkan untuk bercerita. Penelitian menunjukkan bahwa pria mengandalkan hubungan cinta untuk mendapatkan kedekatan emosional dan dukungan sosial, sementara wanita bisa mendapatkan hal yang sama dengan keluarga dan teman sesama wanita. Begitu wanita mengalami putus cinta, ia akan bercerita kepada siapa saja, kalau perlu kepada orang yang tidak dikenal yang duduk di sebelahnya di bis umum, agar perasaannya bisa lebih enak. Pria, di sisi lain, cenderung lebih enggan membuka diri untuk soal ini. Mungkin baru beberapa bulan kemudian, ketika dalam keadaan setengah teler, baru ia berani bercerita kepada teman-teman prianya mengenai betapa inginnya ia kembali lagi dengan si mantan.
Pria Tidak Suka Memulai Dari Awal Lagi. Setelah putus cinta, pada awalnya pria mungkin akan merasa semangat membayangkan wanita-wanita yang akan ia kencani di masa depan. Namun setelah kencan yang keempat, kesembilan, atau ketigabelas kalinya, barulah ia sadar kalau dibutuhkan usaha keras dan waktu yang panjang untuk sampai pada tingkat keintiman yang pernah ia alami bersama mantannya. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa wanita lebih mampu menyesuaikan diri ketika hubungan berakhir karena sebelumnya mereka sudah memikirkan adanya kemungkinan itu, sementara pria biasanya lebih tidak siap dengan putus cinta. Perasaan nyaman secara emosional membuat pria merasa beruntung bisa memiliki seseorang seperti dia. Sayangnya, hal ini seringkali baru disadari ketika si dia sudah berubah status menjadi mantan pacar.
Gambaran Pacaran Pria Yang (Terlalu) Ideal. Banyak kasus putus cinta merupakan reaksi sesaat atas apa yang dirasa sebagai kebosanan; bosan dengan aktivitas, pembicaraan, dan pertengkaran yang itu-itu saja. Kalau kembali melajang, pria mungkin merasa ia akan menjalani hidup yang lebih menarik; tanpa komitmen, bebas pergi ke mana saja, dan bebas bergaul dengan wanita-wanita yang bisa dijadikan pacar baru. Barulah ketika benar-benar melajang ia sadar bahwa hidupnya tidak menjadi seperti itu, bahkan sekarang waktunya tersita oleh pekerjaan. Ia pun kembali merindukan keintiman yang dia alami pada masa pacaran dulu. Penelitian menunjukkan bahwa wanita lebih tinggi skornya daripada pria dalam hal keintiman sosial, seksual, dan intelektual. Dan biasanya wanita juga lebih cepat menyadari bahwa keintiman adalah dasar dari hubungan yang tahan lama, dan bukannya sekedar variasi aktivitas.
Menurut Zinczenko pula, beberapa penelitian menunjukkan bahwa pria lebih rentan mengalami stres, depresi, dan kecemasan ketika putus cinta dibandingkan dengan wanita. Itu menurut dia. Bagaimana pendapat anda? Apakah anda memiliki pengalaman yang membenarkan atau menyangkal pendapat ini?

Perangkat Lunak Pengolah Angka

Perangkat lunak pengolah angka
Perangkat lunak pengolah angka adalah yang digunakan untuk mengelola dan menyimpan dat-data. selain itu perangkat lunak pengolah angka juga mempunyai kemampuan mengolah data-data tersebut khususnya data-data yang berupa angka.
perngkat lunak pengolah angka dilengkapi kemampuan untuk melakuakan berbagai jenis perhitungan dan pengolahan angka-angka.
Perangkat lunak pengolah angka sangat berguna untuk membantu manusia yang berhubungan dengan angka-angka. misalmya perhitungan keuangan di perusahaan, pengolahan data staasistik dan masalah yang lainya
ada beberapa perangkat lunak pengolah angka yang dikenal saat ini, antara lain Lotus 123, Microsoft Excel, dan sebagainya