Rabu, 02 Mei 2012

Faktor Penyebab Kesulitan Dalam Belajar


FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KESULITAN BELAJAR

A.    Faktor Internal 
Faktor internal adalah faktor penyebab kesulitan belajar yang berasal dari dalam diri individu yang belajar, yaitu :
1.      Keadaan Fisik
a.       Kesehatan
Dalam belajar, sangat membutuhkan fisik yang prima. Karena keadaan fisik yang sedang tidak sehat, baik tidak sehatnya menyeluruh maupun bagian-bagian tertentu yang sedang sakit. Seorang yang sakit, akan terganggu konsentrasinya. Fisik akan menjadi lemah, lemas, ngantuk dan sebagainya.
 b.      Cacat tubuh ringan
Yaitu cacat tubuh yang menjadi faktor penyebab kesulitan belajar yaitu cacatnya salah satu panca indera individu. Seperti kurang pendengaran, kurang penglihatan dan sebagainya
2.      Keadaan Psikis.
a.       Minat
Tidak adanya minat seorang anak terhadap mata pelajaran tertentu atau terhadap guru tertentuakan timbul kesulitan belajar
 b.      Motivasi
Motivasi adalah dorongan yang timbul dari dalam diri subyek yang belajar. Motivasi muncul karena adanya keinginan yang muncul dari dalam diri atau bisa dari luar individu. Semakin besar motivasi belajar, maka semakin besar hasil yang akan dicapai. Motivasi dapat dikelompokan menjadi dua macam, yaitu :
 1.      Motivasi interistik :
Hal dan keadaan yang berasal dari dalam siswa sendiri yang dapat mendorongnya melakukan tindakan belajar.
 2.      Motivasi eksterinstik :
Hal dan keadaan yang datang dari luar individu siswa yang juga mendorongnya untuk melakukan tindakan belajar.
c.       Intelegensia
Intelegensia atau kecerdasan adalah kejituan seseorang untuk menyelesaikan tugas yang sukar dan komplek dengan cepat. Anak yang normal ( 90-110) dapat menamatkan SD tepat pada waktunya. Mereka yang memiliki IQ ( 110-140) dapat di golongkan cerdas.

B.     Faktor Eksternal
Faktor eksternal adalah faktor penyebab kesulitan belajar yang berasal dari luar individu yang berasal, yaitu :
1.      Lingkungan Keluarga.
a.       Perhatian Orang tua
Perhatian orang tua yang berlebihan, akan menyebabkan kesulitan belajar. Karena anak akan menjadi manja. Anak akan meminta persyaratan tertentu sebelum belajar. Sebaliknya, kurang perhatian orang tua terhadap anaknya karena kesibukan orang tuanya, akan muncul kemalasan belajar.
b.      Kondisi rumah
Kondisi rumah yang terlalu gaduh karena dekat dengan pasar, pabrik, terminal, atau letak rumah yang sangat padat penduduknya. Rumah yang terlalu panas, ventilasi udara kurang dan lain sebagainya.

c.       Status Ekonomi
Belajar memerlukan fasilitas-fasilitas yang memadahi, semakin lengkap fasilitas belajar, semakin banyak dana yang harus di keluarkan. Berkaitan dengan fasilitas yang pada umumnya harus dibeli maka status ekonomi akan ikut berpengaruh terhadap kesulitan belajar.
d.      Lingkungan Sekolah
1.      Gedung dan Fasilitas
Gedung merupakan salah satu sarana untuk belajar siswa. Gedung yang sudah tua akan roboh akan mengkhawatirkan menimpa individu yang belajar dan mengganggu ketenangan dalam belajar. Faktor fasilitas yang sudah lama, atau tidak terawat juga menyebabkan kesulitan belajar.

2.      Perilaku guru
Adanya perilaku guru yang tidak baik, yang tidak diteladani, memberikan bimbingan agar siswa kreatif dan justru guru mengekang siswa dan tidak memberikan kesempatan agar siswa bisa mengembangkan diri dapat menimbulkan kesulitan dalam belajar. pedoman guru “ ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani. Semestinya guru menjadi teladan yang kreatif yang bisa mengembangkan dirinya.c. Metode PembelajaranKetidak mampuan dalam menguasai materi serta tidak tepat metode dalam mengajar akan menjadikan kesulitan dalam belajar siswanya. Ketrampilan memilih dan mengusai metode sangat dibutuhkan oleh setiap guru, sehingga siswa akan lebih mudah mempelajarinya.
3.      Lingkungan Masyarakat
a.       Teman bergaul Sesuai perkembangan jiwa pada usia masuk sekolah sudah mulai ada keinginan untuk diakui oleh teman sebayanya sebagai anggota kelompoknya.Pengakuan ini meminta setiap individu untuk selalu bersama dengan kelompoknya. Kelompok bermain biasanya terdiri dari berbagai macam pendidikannya, bahkan ada yang tidak sekolah, atau sudah bekerja. Artinya apabila kelompok itu berbuat sesuatu maka setiap anggota kelompok agar mengikutinya.

b.      Corak kehidupan tetangga
Corak kehidupan berkeluarga yang menjadi penyebab kesulitan belajar, tetangga yang suka bermain judi, minum-minuman keras dan lain sebagainya. Awalnya anak-anak akan mendengarkan pembicaraan mereka, lambat laun mereka ingin melihat dan ikut serta di dalamnya. Kalau hal ini sudah dilakukan, maka akan timbul masalah dalam belajar.
Sumber : Konsep dasar bimbingan konseling Dr. Sitii Hartinah DS, MM

Visi dan Misi Bimbingan Konseling

V I S ITerwujudnya kehidupan kemanusiaan yang sejahtera melalui tersedianya layanan bantuan bimbingan konseling pada peserta didik agar dapat berkembang secara optimal, mandiri dan bahagia.M I S I1. Misi Pendidikan, yaitu memfasilitasi pengembangan peserta didik melalui pembentukan perilaku dalam kehidupan keseharian dan masa depan.2. Misi Pengembangan, yaitu memfasilitasi pengembangan potensi, bakat, minat, dan kompetensi peserta didik.3. Misi Pengentasan Masalah, yaitu memfasilitasi pengentasan masalah yang dihadapi peserta didik.

Jumat, 06 April 2012

trik untuk sukses dalam menghadapi Ujian Nasional

bagaimana trik untuk sukses dan Ujian Nasional atau UN.
1. pelajarilah dengan tekun SKL yang telah dikeluarkan oleh BSNP.
2. berdoalah sebelum mengikuti Ujian Nasional
3. Kerjakan lembar biodata anda terlebih dahulu
4. periksa kembali, dengan teliti biodata anda dan pastikan semua data nama,nomor peserta, nomor paket soal, tanggal lahir, mata pelajaran, program, tanggal ujian,dan tanda tangan telah terisi dengan benar.
5. kerjakan soal-soal UN dengan jujur dan mulailah dengan soal-soal yang anda anggap paling benar
6. baca dan pahami dengan baik setiap soal yang anda kerjakan.
7. jika tidak mampu menemukan jawaban paling benar, silahkan pilih jawaban yang paling mendekati benar.
8. pusatkan konsentrasi anda pada soal yang dikerjakan dan lupakan hal-hal lain yang tidak berhubungan dengan ujian
9. targetkan jumlah soal yanganda kerjakan dengan benar, minimal 60%
10.mengontrol waktu dalam mengerjakan soal dan targetkan setip soal anda kerjakan paling lama2,5 -3 menit.
11. periksa kembali dengan teliti biodata yang telah anda isi dan pastikan tidak ada kesalahan dalam penulisan data
12. semoga lulus 100%. Amien.


sumber. radar tegal. edisi 7 april 2012

Sabtu, 28 Januari 2012

Kunci sukses bermain sepak bola

Menjadi pemain sepak bola yang baik, diperlukan beberapa faktor pendukung seperti halnya faktor genetik, kedisiplinan, latihan, dan faktor keberuntungan. Dalam setiap pribadi, beberapa faktor tersebut selalu ada. Jika kita bisa mengelolanya dengan baik maka kita akan menjadi seorang pemain yang baik.

A. Faktor Genetika
Kemampuan fisik dan postur tubuh setiap orang berbeda-beda. Hal ini disebabkan oleh secara genetika dari orang tuanya. Perbedaan tersebut dalam dunia sepak bola sangat mempengaruhinya. Apabila seorang pemain berpostur tubuh kecil maka ia akan mudah untuk lawan mainnya, ia juga akan mengalami kesulitan dalam menjangkau bola-bola atas. Selain itu, kecepatan dalam berlari pun tidak menutup kemungkinan lambat jika dibandingkan dengan pemain yang berpostur tubuh tinggi. Begitu juga sebaliknya, pemain sepak bola yang memiliki ukuran tubuh terlalu besar akan memiliki kesulitan dan hambatan tersendiri dalam bermain sepak bola. Berbeda dengan pemain sepak bola yang memiliki tubuh ideal. Namun meski demikian, baik berpostur besar ataupun kecil, jika kita tetap mau berlatih maka segala kekurangan akan tertutupi. Banyak pemain kelas dunia yang berpostur pendek. Diantarnya: Lionel Messi penyerang terbaik Argentina yang bermain untuk klub Spanyol (Barcelona), begitu juga dengan Carlos Tevez (Manchester City), Wayne Rooney (Manchester United), Robinho (AC Milan), dan masih banyak lagi pemain yang berkualitas tinggi dan berpostur tubuh pendek.
Beetle Tiger juga punya penyerang mungil, yaitu Daryani

B. Kedisiplinan
Kedisiplinan merupakan faktor terpenting untuk kemampuan seorang yang tinggi didalam berlatih dan menerapkan latihan/ajaran yang diberikan, tidak mungkin seorang pemain bisa mencapai potensinya. akan tetapi, entah dari tahun berapa, pemain Beetle Tiger tidak disiplin, baik di dalam lapangan maupun diluar lapangan.

C. Faktor Latihan
Dibalik suatu kemenangan dalam permainan sepak bola tentunya tidak terlepas dari seorang pelatih. Kehadiran seorang pelatih pada suatu klub merupakan urat nadi permainan. Tanpa pelatih, suatu klub sepakbola akan kecil kemungkinan untuk berhasil dan meraih prestasi.
mendatangkan pelatih tentunya membutuhkan dana yang tidak sedikit, Beetle tiger Fc merupakan klub amatir di tengah-tengah perkampungan. jadi tidak mampu untuk mendatangkan seorang pelatih, tp semoga saja suatu saat nanti kami bisa memanggil salah satu pelatih sepak bola terbaik yang ada di Indonesia. Rahmad darmawan atau Bendol.

D. Faktor keberuntungan
Faktor keberuntungan setidaknya memberikan pengaruh besar terhadap keberhasilan seseorang. Tidak jarang banyak orang-orang yang memiliki kemampuan dalam bermain sepakbola, namun mereka tidak berada di jajaran level tinggi. Hal ini disebabkan karena mereka tidak memiliki koneksi dengan para petinggi sepak bola. Hingga pada akhirnya para pemain tersebut gagal untuk meraih kesuksesan yang mereka dambakan. Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh para pelatih untuk mengantar anak didiknya sukses, antara lain sebagai berikut:
1.Setiap pemain menanamkan untuk berlaku disiplin dalam segala hal.
2.Setiap pemain memahami mengenai pola hidup sehat. Mulai dari makan, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup.
3. menghargai antar pemain


Pengurus Beetle Tiger Fc
dikutip : http://my.opera.com/erikriana/blog/2011/01/02/kunci-sukses-bermain-sepakbola

Jumat, 27 Januari 2012

Kenakalan Remaja

  A. Pengertian Kenakalan Remaja
      Definisi kenakalan remaja menurut para ahli Kartono, ilmuwan sosiologi “Kenakalan Remaja     atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang”.· Santrock “Kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal.”
B. Gejala-gejala Kenakalan remaja
Adapula Gejala-gejala yang dapat dilihat pada anak yang mengalami kenakalan remaja adalah :
1. Anak tidak disukai teman-temannyasehingga bersikap menyendiri.
2. Anak sering menghindar dari tanggungjawab mereka di rumah dan di sekolah.
3. Anak sering mengeluh kalau mereka memiliki permasalahan yang mereka sendiri tidak bisa selesaikan.
4. Anak mengalami phobia atau gelisah yang berbeda dengan orang-orang normal.
5. Anak jadi suka berbohong.
6. Anak suka menyakiti teman-temannya.
7. Anak tidak sanggup memusatkan perhatian.
C. Ciri-ciri Kenakalan Remaja
Dalam hal ini terdapat beberapa macam ciri-ciri tentang kenakalan remaja adalah sebagai berikut :
1. pemarah, apabila menghadapi suatu permasalahan dan masalah itu terasa tidak cocok maka seketika itu bisa langsung marah.
2. pemalas, biasanya kalau seseorang apabila sudah terjerumus kedalam hal yang negatif biasanya akan menjedi seorang yang pemalas dalam segala hal-hal yang bersifat baik.
3. tidak memiliki rasa belas kasih yang besar.
4. mudah putus asa atau tidak sabaran.
5. apabila dilihat dari segipakaiannya tidakpernah memakai pakaian yang rajin atau sering memakai pakaian yang tidak pantas untk dipakai, seperti laki-laki memakai pakaian perempuan atau sebaliknya.
6. potngan rambut atau keadaan tubuhnya tidak pernah diperhatikan.
7. tidak mengenal yang namanya dosa.
8. dan tidak pernah merasa takut terhadap siapapun.
9. dan lain-lain.
D. Sebab-sebab timbulnya kenakalan remaja
Perilaku ‘nakal’ remaja bisa disebabkan oleh faktor dari remaja itu sendiri (internal) maupun faktor dari luar (eksternal).
Faktor internal:
  1. Krisis identitas: Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan ramaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua.
  2. Kontrol diri yang lemah: Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku ‘nakal’. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.
Faktor eksternal:
  1. Keluarga dan Perceraian orangtua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja.
  2. Teman sebaya yang kurang baik
  3. Komunitas/lingkungan tempat tinggal yang kurang baik.
Menurut sosiolog Kartono, antara lain adalah gagalnya remaja melewati masa transisinya, dari anak kecil menjadi dewasa, dan juga karena lemahnya pertahanan diri terhadap pengaruh dunia luar yang kurang baik. Akibatnya, para orangtua mengeluhkan perilaku anak-anaknya yang tidak dapat diatur, bahkan terkadang bertindak melawan mereka. Konflik keluarga, mood swing, depresi, dan munculnya tindakan berisiko sangat umum terjadi pada masa remaja dibandingkan pada masa-masa lain di sepanjang rentang kehidupan.
Faktor-faktor penyebab munculnya kenakalan remaja, menurut Kumpfer dan Alvarado, Minggu (23/1/2011)
  1. Kurangnya sosialisasi dari orangtua ke anak mengenai nilai-nilai moral dan sosial.
  2. Contoh perilaku yang ditampilkan orangtua (modeling) di rumah terhadap perilaku dan nilai-nilai anti-sosial.
  3. Kurangnya pengawasan terhadap anak (baik aktivitas, pertemanan di sekolah ataupun di luar sekolah, dan lainnya).
  4. Kurangnya disiplin yang diterapkan orangtua pada anak.
  5. Rendahnya kualitas hubungan orangtua-anak.
  6. Tingginya konflik dan perilaku agresif yang terjadi dalam lingkungan keluarga.
  7. Kemiskinan dan kekerasan dalam lingkungan keluarga.
  8. Anak tinggal jauh dari orangtua dan tidak ada pengawasan dari figur otoritas lain.
  9. Perbedaan budaya tempat tinggal anak, misalnya pindah ke kota lain atau lingkungan baru.
  10. Adanya saudara kandung atau tiri yang menggunakan obat-obat terlarang atau melakukan kenakalan remaja.
Faktor lingkungan atau teman sebaya yang kurang baik juga ikut memicu timbulnya perilaku yang tidak baik pada diri remaja. Sekolah yang kurang menerapkan aturan yang ketat juga membuat remaja menjadi semakin rentan terkena efek pergaulan yang tidak baik.
“Guru yang kurang sensitif terhadap hal ini juga bisa membuat remaja menjadi semakin sulit diperbaiki perilakunya. Demikian juga dengan guru yang terlalu keras dalam menghadapi remaja yang bermasalah. Bisa jadi, bukannya ikut meredam kenakalan mereka, malah membuat kenakalan mereka semakin menjadi,” ujar Prof. Arif Rachman, pakar pendidikan dari UNJ.
Sementara M Faisal Magrie, konsultan psikologi remaja dari Asosiasi Berbagi, menyatakan beberapa hal yang dapat dilakukan orangtua untuk mencegah munculnya perilaku kenakalan pada anak remaja.
Menurut Faisal, mengasuh anak yang memasuki usia remaja dapat diandaikan seperti bermain layangan. “Apabila orangtua menarik talinya terlalu dekat, layangan itu tidak akan bisa terbang. Namun bila orangtua membiarkan talinya terlalu jauh, layangan tersebut akan putus karena angin yang kencang, atau hal lain seperti menyangkut di pohon,” kata Faisal.
Begitu juga dengan anak remaja, jika orangtua terlalu mengekang anak, yang terjadi adalah anak tidak mampu berkembang secara mandiri dan mereka akan berusaha untuk melepaskan dirinya dari kekangan orangtua. Ketika hal ini terjadi, lingkungan sosial, terutama teman sebaya, akan menjadi pelarian utama si anak.
Apabila ternyata lingkungan sosial tempat anak biasa berkumpul memiliki kecenderungan untuk melakukan kenakalan remaja, anak juga berpotensi besar untuk melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan kelompoknya.
Hal yang sama juga dapat terjadi apabila orangtua terlalu membebaskan anak. Perbedaannya adalah, anak yang dibebaskan tidak merasakan tekanan sebesar apa yang dirasakan oleh anak yang dikekang, sehingga dorongan untuk memberontak cenderung lebih kecil dibandingkan anak yang dikekang.


E. Bahaya yang akan timbul
1. Dampak kenakalan remaja akan berimbas pada remaja tersebut. Bila tidak segera ditangani, maka ia akan menjadi pribadi yang buruk
2. Remaja yang melakukan kenakalan-kenakalan tertentu, maka dia akan dikucilkan atau dihindari oleh banyak orang. Remaja tersebut akan dicap sebagai pengganggu dan manusia tidak berguna
3. Akibat dikucilkanya dia dari lingkungan sekitarnya, remaja tersebut bakan mengalami gangguan kejiwaan. Yang dimaksud dengan kejiwaan bukan orang gila, tetapi ia akan merasa terkucilkan dalam hal sosial, merasa sangat edih, bahkan akan membenci lingkungan sekitar.
4. Akibat kenakalan remaja, tidak sedikit orang tua yang menanggung malu. Hal ini angat merugikan dan biasanya remaja yang sudah terjebak dalam kenakalan remaja tidak akan menyadari tentang beban orang tua.
5. Masa depan yang suram dan tidak menentu bisa menunggu para remaja yang melakukan kenakalan. Bayangkan bila ada seseorang yang kemudian terpengaruh pergaulan bebas. Hampir bisa dikatakan dia tidak memiliki masa depan yang cerah. Hidupnya akan hancur perlahan.
6. Kriminalitas bisa menjadi salah satu akibat kenakalan remaja.remaja yang terjebak ke dalam hal-hal negatif bukan tidak mungkin akan memiliki keberanian untuk melakukan tindak kriminal.
Itulah beberapa akibat dari kenakalan remaja yang sudah semestinya harus dihindari. Peran orang tua, guru di sekolah, dan teman-teman berperan penting dalam pergaulan remaja.

F. Upaya yang dilakukan

Hal-hal yang bisa dilakukan/ cara mengatasi kenakalan remaja:

  1. Kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah atau diatasi dengan prinsip keteladanan. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini.
  2. Adanya motivasi dari keluarga, guru, teman sebaya untuk melakukan point pertama.
  3. Kemauan orangtua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif, dan nyaman bagi remaja.
  4. Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orangtua memberi arahan dengan siapa dan di komunitas mana remaja harus bergaul.
  5. Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan.
Referensi :

Selasa, 24 Januari 2012

Pengertian Bimbingan dan Konseling

Pengertian Bimbingan dan Konseling

1. Definisi Bimbingan

Dalam mendefinisikan istilah bimbingan, para ahli bidang bimbingan dan konseling memberikan pengertian yang berbeda-beda. Meskipun demikian, pengertian yang mereka sajikan memiliki satu kesamaan arti bahwa bimbingan merupakan suatu proses pemberian bantuan.

Menurut Abu Ahmadi (1991: 1), bahwa bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada individu (peserta didik) agar dengan potensi yang dimiliki mampu mengembangkan diri secara optimal dengan jalan memahami diri, memahami lingkungan, mengatasi hambatan guna menentukan rencana masa depan yang lebih baik. Hal senada juga dikemukakan oleh Prayitno dan Erman Amti (2004: 99), Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seseorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, atau orang dewasa; agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku.

Sementara Bimo Walgito (2004: 4-5), mendefinisikan bahwa bimbingan adalah bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan-kesulitan hidupnya, agar individu dapat mencapai kesejahteraan dalam kehidupannya. Chiskolm dalam McDaniel, dalam Prayitno dan Erman Amti (1994: 94), mengungkapkan bahwa bimbingan diadakan dalam rangka membantu setiap individu untuk lebih mengenali berbagai informasi tentang dirinya sendiri.

2. Definisi Konseling

Konseling adalah hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka antarab dua orang dalam mana konselor melalui hubungan itu dengan kemampuan-kemampuan khusus yang dimilikinya, menyediakan situasi belajar. Dalam hal ini konseli dibantu untuk memahami diri sendiri, keadaannya sekarang, dan kemungkinan keadaannya masa depan yang dapat ia ciptakan dengan menggunakan potensi yang dimilikinya, demi untuk kesejahteraan pribadi maupun masyarakat. Lebih lanjut konseli dapat belajar bagaimana memecahkan masalah-masalah dan menemukan kebutuhan-kebutuhan yang akan datang. (Tolbert, dalam Prayitno 2004 : 101).

Jones (Insano, 2004 : 11) menyebutkan bahwa konseling merupakan suatu hubungan profesional antara seorang konselor yang terlatih dengan klien. Hubungan ini biasanya bersifat individual atau seorang-seorang, meskipun kadang-kadang melibatkan lebih dari dua orang dan dirancang untuk membantu klien memahami dan memperjelas pandangan terhadap ruang lingkup hidupnya, sehingga dapat membuat pilihan yang bermakna bagi dirinya.

Pengertian Bimbingan dan Konseling

Dari semua pendapat di atas dapat dirumuskan dengan singkat bahwa Bimbingan dan Konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling (face to face) oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah (disebut konseli) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi konseli serta dapat memanfaatkan berbagai potensi yang dimiliki dan sarana yang ada, sehingga individu atau kelompok individu itu dapat memahami dirinya sendiri untuk mencapai perkembangan yang optimal, mandiri serta dapat merencanakan masa depan yang lebih baik untuk mencapai kesejahteraan hidup.

Sumber : http://belajarpsikologi.com/pengertian-bimbingan-dan-konseling/#ixzz1jV1AVAPW

Jumat, 02 Desember 2011

Apa sih Kesurupan itu ?

Fenomena trance atau kesurupan suatu peristiwa yang seringkali menarik perhatian. Di masyarakat umum fenomena ini sering dikaitkan dengan fenomena gaib. Orang yang mengalami kesurupan dikatakan telah dirasuki oleh makhluk metafisik yang tak kasat mata. Orang yang mengalami kesurupan itu bersikap seolah-olah dia adalah orang lain dan bersikap bukan dirinya sendiri. Bahkan perilaku mereka bisa secara tiba-tiba menjadi sangat agresif dan tak terkendali.
Jika ditinjau dari sudut pandang ilmu psikologi, fenomena kesurupan sebenarnya bisa dijelaskan secara gamblang dan jelas tanpa membawa embel-embel makhluk gaib. Dikaitkan dengan aspek psikologis manusia peristiwa kesurupan sudah memasuki kawah alam bawah sadar. Seorang tokoh psikologi, Carl Gustav Jung (1875-1961) mengatakan bahwa kepribadian manusia secara total terdiri dari tiga sistem atau struktur yang saling mempengaruhi satu sama lain. Sistem tersebut adalah ego, ketidaksadaran personal, dan ketidaksadaran kolektif. Ego atau disebut pikiran sadar adalah bagian dari jiwa yang menyangkut persepsi, berpikir, merasa, dan mengingat. Sistem ini adalah kewaspadaan kita dan bertanggung jawab dalam menjalani aktivitas kehidupan kita sehari-hari. Ketidaksadaran personal adalah pengalaman-pengalaman yang telah kita jalani dan digeser ke alam bawah sadar baik sengaja maupun tidak sengaja. Sedangkan ketidaksadaran kolektif adalah segala macam pengalaman-pengalaman yang telah
diwariskan oleh generasi sebelumnya sejak zaman nenek moyang dahulu. Jadi, pengalaman pengalaman nenek moyang sejak beribu tahun yang lalu tersebut diwariskan kepada diri kita melalui jalan genetik yaitu perkawinan, dan pengalaman tersebut tidak dapat kita ingat secara biasa karena berada dalam level ketidaksadaran yang terdalam.
Kunci dari fenomena kesurupan terletak pada level ketidaksadaran kolektif. Didalam ketidaksadaran kolektif tersimpan materi-materi dari nenek moyang kita terdahulu. Untuk mengingat kembali bahwa nenek moyang kita bangsa Indonesia ini terdahulu sangat kental sekali dengan unsur-unsur mistisme seperti kepercayaan animisme dan dinamisme.

ada juga menganggap bahwa kesuruapan muncul sebagai reaksi atas apa yang sedang di rasakan oleh individu sebelum proses kesurupan terjadi, seperti tertekan, kelelahan yang sangat atau frustasi. hal ini dapat di jelaskan ada distres ( stres yang berdampak negatif bagi penderitanya), yang berkembang bisa saja karena kecemasan penderita yang berlebihan. reaksi ini di istilahkan sebagai reaksi disosiasi. reaksi yang menyebabkan hilangnya kemampuan seseorang untuk menyadari realitas di sekitarnya karena adanya tekanan fisik maupun mental.

menurut mbah safiun ( ahli spiritual dari kramat tegal) kesurupan terjadi karena seseorang telah di masuki atau di pengaruhi oleh makhluk halus yang menyebabkan korban tidak sadar dengan apa yang dia perbuat, dan hanya orang yang mempunyai kemampuan khusus yang mengerti tentang ada atau tidaknya makhluk halus di dalam tubuh korban.

Rabu, 19 Oktober 2011

kalimosodo

Kalimosodo

papat kalima pancer merupakan sebuah wacana yang perlu terus kita gali dan kita renungkan plus bertukar fikiran dengan orang-orang tua kita yang sudah mumpuni baik dari ilmu tahid dan ilmu rasanya.
menurut petunjuknya papat kalima pancer itu pusatnya ada di PANCER (yaitu lubuk hati yang paling dalam) dan PAPAT-nya adalah unsur-unsur ilahi yang kita sendiri hak untuk mendapatkannya.
karena dengan menggunakan PAPAT itu kita bisa selalu ingat kepada Allah Subhanahu wata’ala sebagai penguasa alam semesta ini.
Papat yang pertama adalah nur-nya Allah (Nurullah=Cahaya dari Allah) bias dari asma-asma Allah dan sifat-sifat Allah, tanda dari PANCER-nya yaitu dalam segala sesuatu/ gerak gerik selalu BERSERAH DIRI kepada Allah dan pengakuan kita sebagai mahluknya merasa tiada daya secara ruhani dan tiada kekuatan secara jasmani kecuali hanya Allah yang memberikan gerah hidup dan kehidupan, dan berupaya untuk selalu meng-ibadahkan segala sesuatu untuk BERIBADAH kepada Allah memohon Ridho Allah, Rahmat Allah.
Papat yang kedua adalah NUR MUHAMMAD (cahaya syafa’at yang Allah cipta untuk Hambanya (Rasulullah) yang Allah mulyakan. setelah kita berserah diri kepada Allah lewat PANCER (lubuk hati yang paling dalam) ada sebuah kelembutan sebagai sebuah rahmat yang Allah berikan kepada mahluknya agar kita tunduk dan lemah lembut kepada Allah, selalu merasa sayang kepada apapun dan siapapun sebagaimana Rasulullah mempunyai perangai yang lembut dan berahlak mulia bagi semua mahluk.
PAPAT yang ketiga yaitu MALAIKAT sebagai kendaraan untuk membawa NURULLAH dan NUR MUHAMMAD tadi kedalam diri kita pada waktu kita berserah diri kepada Allah dan mengibadahkan segala sesuatu hanya untuk Allah dan fungsi malaikat ini untuk membantu memintakan permohonan ampun mendoakan kepada kita sebagai mahluk yang lemah, banyak berbuat dosa (karena manusia tempat salah dan lupa) dan nominal mereka tidak sedikit mendukung kita dalam beribadah kepada Allah.
PAPAT yang ke empat adalah KAROMAH yaitu berisi doa-doa dari para orang sholeh terdahulu (doa dari para Rasul-rasul, Nabi-nabi, dan para Auliya serta Sholihin yang telah mendahului kita) yang oleh allah diberikan kesempatan untuk membantu mendoakan segala hajat hidup kita dalam mengarungi kehidupan didunia sebagai bekal ibadah nanti kita setelah meninggal (akhirat).
Semoga Allah mengampuni kedua orang tua kita, keluarga kita, mengampuni kita, dan orang-orang yang mempunyai hak dan kewajiban atas kita yang seiman serta mengampuni sesepuh-sesepuh kita.
Semoga Allah memberikan Taufiq dan hidayah kepada kita dan mereka.
Semoga kita dan mereka semua dijadikan golongan dari hamba-hamba Allah yang sholeh.

Senin, 18 Juli 2011

hawa nafsu

Salah satu Faktor penyebab kehancuran generasi Islam adalah Memperturutkan Hawa Nafsu.
Nafsu sering diartikan sebagai dorongan yang menggerakan manusia untuk mencapai sesuatu, sementara sahwatnya berarti keinginan untuk memilikinya. Jelasnya nafsu sahwat adalah dorongan ytang menggerakan m,anusia untuk berusaaha mencapai sesuatu keinginan tertentu untuk di kuasai, yang biasanya cenderung bermakna negatif. Adapun yang menjadi objek nafsu syahwat ini adalah dunia dan seisinya. Dengan kata lain hawa nafsu akan selalu cenderung terhadaphijau ranaunya dunia yang di dalamnya terdiri dari wanita, keturunan, harta benda dan lain-lain.
“ dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan pada apa-apa yang diingini, yaitu wanita –wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternakdan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)” (QS. Ali Imran : 14 )
Semua manusia normal tentu memahami dan merasakan betapa besarnya peran nafsu syahwat dalam mempengaruhi gerak langkah setiap individu. Nafsu syahwat dapat pula berbarti hawa nafsu yang merupakan bagian jiwa yang tak terpisahkan dari manusia. Hawa nafsu memang di ciptakan untuk dipadukan dalam roh dalam satu badan. Hawa nafsu ada semenjak manusia ada dan akan terus ada sepanjang sejarah manusia di muka bumi ini ada.yang terpenting dan harus di waspadai bahwa hawa nafsu adalah sarana atau media yang paling mudah di hinggapi syetan.
“ berkata(syetan) ya Tuhanku, karena Engkau telah memutusku bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka (QS. Al-Hijr : 39-40 )
Sudah dapat dipastikan bila hawa nafsu di tunggangi setan lambat laun hawa nafsu itu menjadi panglima yang berkuasa mendorong seseorang untuk berbuat apa saja yang dikehendakinya.di sisi lain pikiran dan hati tertutup oleh pagar keinginan yang tak terkendali akibat hawa nafsu yang menguasai dirinya.
Budaya korupsi, kolusi Nepotisme akan menjadi berita harian. Mulai dari birokrasi tingkat tinggi hingga yang terendah hidup dari “uang semir”. Hukum pun tumpul tak mampu menjerat para pelakunya. Sebaliknya jika berhadapan dengan rakyat jelata pedang hukum begitu tajam. Akibatnya warna ketidak adilan mencolok mata.

Kamis, 07 Juli 2011

LAPORAN KONSELING INDIVIDUAL

LAPORAN KONSELING INDIVIDU A. IDENTITAS KONSELI Nama : Dewi (Bukan nama sebenarnya)  Umur : 15 tahun Alamat : Desa Sidaharja Kec. Suradadi Kab. Tegal Jenis Kelamin : Perempuan B. DESKRIPSI MASALAH Konseli adalah remaja perempuan yang sangat energic, dia sekolah di UPTD SMP Negeri 1 Suradadi kelas IV a. Di dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah, Konseli mengalami kesulitan belajar dalam hal pelajaran matematika. C. ANALISIS MASALAH Dari hasil wawancara antara konselor dengan klien maka konselor dapat menganalisis permasalahan yang dialami oleh klien adalah klien mengalami permasalahan kesulitan dalam pelajaran matematika dan waktu belajar yang efektif. D. RENCANA LAYANAN YANG AKAN DIBERIKAN Dari hasil wawancara antara konselor dengan konseli maka rencana layanan yang akan konselor berikan untuk membantu konseli mengentaskan permasalahan yang dialaminya adalahdengan Layanan Konseling Individual. E. PELAKSANAAN LAYANAN 1. Waku Pelaksanaan Layanan Hari : Senin Tanggal : 21 Juni 2010 Jam : 13.00 – 13.40 WIB Tempat : Ruang BK 2. Proses Layanan a. Tahap Penghantaran Dalam memulai hubungan awal antara konselor dengan klien, konselor berupaya menghantarkan klien untuk bisa memiliki rasa aman dan nyaman. dalam hubungan awal ini konselor dan klien mempunyai pemahaman dan persepsi yang sama dalam pencapaian tujuan pelaksanaan proses konseling antara konselor dengan klien dalam rangka nantinya konseli dapat mengentaskan masalah yang dihadapinya secara mandiri. b. Tahap Penjajagan Setelah berhasil pada tahap pengantaran ini dan terbinanya hubungan awal antara konselor dengan konseli dalam pelaksanaan konseling yang ditandai klien telah memiliki persepsi yang sama dengan konselor dalam melaksanakan konseling. Selanjutnya konselor menjelajahi permasalahan yang dialami klien. Dari penjajakan terhadap permasalahan yang dialami klien informasi yang diperoleh konselor adalah klien memiliki permasalahan dengan salah satu mata pelajaran di sekolahnya. permasalahannya adalah Dewi kurang suka dengan mata pelajaran matematika juga guru yang mengajar dengan ini Pak Muklis. Sehingga konseli kuang bisa mengerjakan tugas-tugas yang di berikan oleh guru matematika. hal ini membuat konseli tidak nyaman dan menjadi resah. Konseli belajar di rumah ketika konseli mau tidur, yaitu sekitar jam 10 malam. c. Tahap Penafsiran Dari hasil penjelajahan terhadap masalah yang dialami oleh klien maka konselor dapat menafsirkan bahwa : - Konseli mengalami masalah dalam belajar - Konseli tidak bisa belajar secara efektif d. Tahap Pembinaan Setelah berhasil dalam tahap penjajagan ini dan diperoleh informasi maka tahap selanjutnya dilaksanankan tahap pembinaan. Dalam tahap pembinaan ini usaha yang dilakukan konselor dalam membantu klien mengambil keputusan untuk mengentaskan permasalahan yang dialaminya adalah dengan memberikan informasi serta motivasi belajar kepada konseli untuk bisa mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru terutama pelajaran matematika. Kemudian membantu konseli untuk bisa membagi waktu untuk belajar, sehingga waktu belajar konseli lebih banyak. Dalam pengentasan permasalahan ini konselor juga memberikan pemahaman serta motivasi dalam belajar konseli, agar klien percaya diri dan yakin melaksanakan kegiatan belajar yang akan dilakukan untuk mengentaskan permasalahan yang dialaminya secara serius sehingga bisa mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh gurunya. e. Tahap Penilaian Dari proses konseling yang dilakukan maka dapat dilihat bahwa permasalahan yang dialami klien sudah mulai berkurang, dan tampaknya dinamika dalam diri klien sudah mulai hidup kembali yang ditandai dengan mimik wajah serta F. PENILAIAN HASIL LAYANAN Dari tahap-tahap konseling yang telah dilaksanakan maka untuk mencapai tujuan proses konseling maka perlu dilaksanakan penilaian untuk melihat bagaimana perkembangan klien dalam melaksanakan konseling maupun setelah melaksanakan proses konseling, adapun penilaian hasil dari konseling tersebut adalah: 1. Klien memperoleh pemahaman baru terkait tentang keadaan dirinya dan permasalahan yang dialaminya. 2. Klien merasa masalah yang dialaminya berkurang dan dinamika dalam diri klien kembali hidup ditandai dengan semangat dan senyuman serta mimik wajah klien 3. Klien mempunyai rencana dan komitmen kegiatan yang akan dilaksanakannya dalam mengentaskan masalah yang dihadapinya. G. TINDAK LANJUT Untuk mengetahui perkembangan layanan yang diberikan kepada klien diperlukannya tindak lanjut, untuk mengetahui perkembangan masalah klien dan menetapkan tindak lanjut yang akan diberikan apakah konseling akan dihentikan, dilanjutkan dengan layanan konseling yang lain ataupun di alih tangankan.